/page/2

me, in medical faculty!

haaaah.. akhirnya bisa sharing juga di tumby. udah berapa lama ya gue ninggalin tumby ini? haha.. sumpah, rasanya males banget ngetik-ngetik di tumby dan meracau kacau.

yep, sekarang hari minggu, hari emas terakhir yang gue punya kali ini. minggu depan, gue udah ga bisa lagi santai-santai kaya gini di kasur, ketemu kamar mandi buat sekedar ngebersihin badan 5 menit aja udah bersyukur banget. yaa, kata kakak tingkat, kehidupan FK UNISMA memang agak abnormal dibanding FK tetangga-tetangga sebelah, tepatnya UB sama UNMUH.

gue baru diajarin sama yang namanya sistem pembelajaran PBL, Problem Based Learning, dimana masalah adalah sumber pembelajaran kita. kita harus siap jadi lebih aktif dan ngegali wawasan kita tentang dunia luar lewat internet. kenapa harus lewat internet? yaa karena sekarang gue cuma bisa bersentuhan sama dunia luar lewat internet, ga ada TV di kost an gue haha :P

let me introduce how I can be a doctor in UNISMA. jadwal penuh dari senin sampe sabtu, dari jam setengah 8 sampe jam 5 sore, sangat diluar dugaan gue kalo yang namanya kuliah itu banyak nganggurnya, tuh tuh buktinya, jadwal gue yang full. di kesehariannya, hari senin, kita dibagi modul masalah yang akan kita bahas, sekaligus post test yang mengharuskan hari minggu kita relakan untuk mereview buku-buku yang setebel bantal. ohya, hari senin itu harinya mata kuliah dasar, kaya agama, ilmu perilaku, sama ilmu sosial budaya.

hari selasa, rabu, dan jumat, kita tutorial. dituntut untuk hiperaktif ditiap diskusi kalo ga mau nilainya standard. harus ngaduk-ngaduk mbah google di hari sebelum tutorial dimulai, karena nanti di laporan akhir ada SDL, Self Directed Learning a.k.a otodidak masalah itu. kita dipaksa untuk nyari tau apa yang belum dibahas di tutorial itu dan dikembangkan sendiri. dan alhamdulillah yaa.. laporan yang lumayan tebel itu ditulis tangan. tiap senin kita dikasih modul dan artinya seminggu sekali kita tutorial. lihat di kampus tetangga nan indah itu! mereka tutorial cuma sebulan sekali pemirsa, SEBULAN SEKALI, dan di UNISMA ini memang abnormal -,-

hari kamis, kita CSL, Clinical Skills Lab. kita diajarin skill dasar yang harus dipunya tiap dokter, kaya masang infus, nyuntik orang, dan kawan-kawannya lah. itu semua dilakuin di mini hospital nya UNISMA.

and, in the sweet weekend, we must study hard! ada ujian akhir tutor ditiap hari sabtu.

fuuh~ dan dari senin kemarin, gue udah dikasih overview blok-blok yang akan dihadapi nanti. blok Generic Skills, Biologi Molekuler Sel, Patofisiologi Penyakit Genetik, dan Tumbuh Kembang. ah hampir lupa, mau tau hal baru yang ga kalah ngagetin gue? harga buku-bukunya! baru kali ini gue beli buku seharga hape gue, 1,5juta.

dan hei hei, kemarin pas OSPEK, gue masuk kamar mayat loh. bayangan gue, gue bakal nemuin seonggok daging segar di atas bansalnya, tapi ternyata kadaver yang udah kaya mumi yang di museum! beruntung gue disuruh pegang tangannya dan ngobrol layaknya orang baru kenalan dan yang terakhir gue disuruh ngasih kadavernya doa Al-Fatihah. hmm.. keren sih. waktu itu, keadaannya mata gue ditutup pake slayer. satu-satunya yang bikin gue narik napas panjang adalah ketika gue diliatin dan disuruh pegang potongan muka yang kebelah tengahnya. anjrit! itu tuh potongannya walopun udah keliatan lama, tapi masih bisa gue liat mata, bibir, sama hidung yang udah abu-abu warnanya. lembek, berair, dan bikin gue cukup kaget, apalagi pas ngeliat matanya. hahaha..

well, setidaknya dari OSPEK kemaren gue bener-bener ngerasain sesuatu yang luar biasa. dari yang ga tidur 3 hari berturut-turut dan nyebabin gue di keesokan harinya tidur layaknya mayat, dari jam 7 malem sampe jam 8 pagi, sampe yang kena marah kakak KOMDIS abis-abisan. diteriakin segala macem. gue dalem hati cuma bisa nahan semuanya karena yang gue yakinin, OSPEK ini akan berakhir.

hmmm.. oh iya. sebenernya OSPEK ini belum berakhir. status gue disana bukan maba, tapi masih calon maba. OSPEKnya masih akan berlangsung sampe 3 bulan kedepan. dan selama ini, gue masih takut ada di bwah bayang-bayang kakak tingkat itu. karena disana, kita dituntut untuk bener-bener sempurna. disiplin nomer satu dan teliti panutannya. pokoknya dituntut untuk READY TO BE A PERFECT DOCTOR lah!

ayoo nikmaaaaattttiiiii~ :D

Remember When - Avril Lavigne

Remember when I cried to you a thousand times
I told you everything
You know my feelings
It never crossed my mind
That there would be a time
For us to say goodbye
What a big surprise

But I’m not lost
I’m not gone
I haven’t forgot

These feelings I can’t shake no more
These feelings are running out the door
I can feel it falling down
And I’m not coming back around
These feelings I can’t take no more
This emptiness in the bottom drawer
It’s getting harder to pretend
And I’m not coming back around again
Remember when…

I remember when
It was together ‘til the end
Now I’m alone again
Where do I begin?
I cried a little bit
You died a little bit
Please say there’s no regrets
And say you won’t forget

But I’m not lost
I’m not gone
I haven’t forgot

These feelings I can’t shake no more
These feelings are running out the door
I can feel it falling down
And I’m not coming back around
These feelings I can’t take no more
This emptiness in the bottom drawer
It’s getting harder to pretend
And I’m not coming back around again
Remember when…

That was then
Now it’s the end
I’m not coming back
I can’t pretend
Remember When

These feelings I can’t shake no more
These feelings are running out the door
I can feel it falling down
And I’m not coming back around
These feelings I can’t take no more
This emptiness in the bottom drawer
It’s getting harder to pretend
And I’m not coming back around again

An Atheist Professor of Philosophy was speaking to his Class on the problem Science has with God. He asked one of his new Christian students to stand.

  • Professor: You are a Christian, aren’t you, son?
  • Student: Yes, sir.
  • Professor: So, you believe in God?
  • Student: Absolutely, sir.
  • Professor: Is God good?
  • Student: Sure.
  • Professor: My brother died of cancer, even though he prayed to God to heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But God didn’t. How is God good, then? Hmm?
  • (Student was silent)
  • Professor: You can’t answer, can you? Let’s start again, young fella. Is God good?
  • Student: Yes.
  • Professor: Is Satan good?
  • Student: No.
  • Professor: Where does Satan come from?
  • Student: From.. God.
  • Professor: That’s right. Tell me son, is there evil in this world?
  • Student: Yes.
  • Professor: Evil is everywhere, isn’t it? And God did make everything. Correct?
  • Student: Yes.
  • Professor: So who created evil?
  • (Student didn’t answer)
  • Professor: Is there sickness? Immortality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the world, don’t they?
  • Student: Yes, sir.
  • Professor: So, who created them?
  • (Student had no answer)
  • Professor: Science says you have 5 senses you use to identify and observe the world around you. Tell me, son.. have you ever seen God?
  • Student: No, sir.
  • Professor: Tell us if you have ever heard your God.
  • Student: No, sir.
  • Professor: Have you ever felt your God, tasted your God, smelt your God? Have you ever had any sensory perception of God, for that matter?
  • Student: No, sir. I’m afraid I haven’t.
  • Professor: Yet you still believe in Him?
  • Student: Yes.
  • Professor: According to empirical, testable, demonstrable protocol, Science says your God doesn’t exist. What do you say to that, son?
  • Student: Nothing. I only have my Faith.
  • Professor: Yes, Faith. And that is the problem Science has.
  • Student: Professor, is there such a thing as Heat?
  • Professor: Yes.
  • Student: And is there such a thing as Cold?
  • Professor: Yes.
  • Student: No, sir, there isn’t.
  • (The Lecture Theatre became very quiet with this turn of events)
  • Student: Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat, mega heat, white heat, a little heat or no heat. But we don’t have anything called cold. We can hit 458 Degrees below Zero which is no heat, but we can’t go any further after that. There is no such thing as cold. Cold is only a word we use to describe the absence of Heat. We cannot measure cold. Heat is energy. Cold is not the opposite of heat, sir, just the absence of it.
  • (There was a pon-drop silence in the Lecture Theatre)
  • Student: What about darkness, Professor? Is there such a thing as darkness?
  • Professor: Yes. What is night if there isn’t darkness?
  • Student: You’re wrong again, sir. Darkness is the absence of something. You can have Low Light, Normal Light, Bright Light, Flashing Light… But if you have No Light constantly, you have nothing and it’s called Darkness, isn’t it? In reality, darkness isn’t. If it is, You would be able to make darkness darker, wouldn’t you?
  • Professor: So what is the point you are making, young man?
  • Student: Sir, my point is, your Philosophical Premise is flawed.
  • Professor: Flawed? Can you explain how?
  • Student: Sir, you are working on the Premise of Duality. You argue there is Life and then there is Death, a good God and a bad God. You are viewing the concept of God as something finite, something we can measure. Sir, Science can’t even explain a thought. It uses electricity and magnetism, but has never seen, much less fully understood either one. To view death as the opposite of life is to be ignorant of the fact that death cannot exist as a substantive thing. Death is not the opposite of life, just the absence of it. Now tell me, Professor, do you teach your students that they evolved from a monkey?
  • Professor: If you are referring to the Natural Evolutionary Process, yes of course, I do.
  • Student: Have you ever observed Evolution with your own eyes, sir?
  • (The professor shook his head with a smile, beginning to realize where the argument was going)
  • Student: Since no one has ever observed the Process of Evolution at work and cannot even prove that this process is an on-going endeavor, are you not teaching your opinion, sir? Are you not a Scientist but a Preacher?
  • (The class was in uproar)
  • Student: Is there anyone in the class who has ever seen the Professor’s brain?
  • (The class broke out into laughter)
  • Student: Is there anyone here who has ever heard the Professor’s brain, felt it, touched or smelt it? .. No one appears to have done so. So, according to the established Rules of Empirical, Stable and Demonstrable Protocol, Science says that you have no brain, sir. With all due respect, sir, how do we then trust your lectures?
  • (The room was silent. The Professor stared at the student, his face unfathomable)
  • Professor: I guess you’ll have to take them on Faith, son.
  • Student: That is it, sir.. exactly! The link between man and God is Faith. That is all that keeps things alive and moving!
  • That student was Albert Einstein.

?

  • xyz: ayolah, lo selalu hebat motivasi orang, kenapa susah buat motivasi diri lo sendiri?
  • abc: susah buat gue sendiri. kata-kata gue sendiri udah stuck disini.
  • xyz: hah! lo ah! orang bisa hebat kenapa lo ga bisa?
  • abc: karena gue ya gue, bukan orang hebat itu.

Hidup itu…

Hidup itu struggle. Yah, struggle dalam hal apapun. Kuat dalam jalanin cobaan yang ada. Kuat nerima semua yang terjadi. Dan mungkin kuat untuk ga down disaat yang kritis. Kata Pak Mario Teguh, kalo ga ada ujian yang menyusahkan, orang jujur ga aka nada dan orang dewasa juga ga aka nada. Yah, saya tau maksudnya apa. Pendewasaan diri adalah hasil dari ujian itu. Tapi, terkadang sempat terlintas didalam pikiran saya, kenapa begitu berat? Jika Allah sudah berfirman “La yukallifu llahu nafsan illa wus ‘aha”, kenapa masih terasa berat? Kenapa kita diberi pikiran sama Allah kalo kita emang ga sanggup jalanin ujian itu? Yah, saya tau, banyak orang hebat yang lahir karena ujian yang sangat sangat berat. Tapi, oh ya ampun, saya ga berharap sedikit pun untuk jadi orang hebat, ga sedikit pun untuk unjuk gigi, yang saya mau hanya ini selesai dengan mudah. Ya, mudah. Mungkin kata itu sekarang menjadi kata yang sakral di hidup saya. Kemudahan sepertinya sangat jauh untuk dijangkau, sangat sulit untuk direngkuh, dan sangat sangat beribu kali sangat sulit.

Ada orang hebat di hidup saya, bahkan banyak. Karena banyak itulah, saya ingin bercermin kepada mereka strategi apa yang mereka pakai dalam hal ini. Tapi karena banyak itu juga, saya jadi sering merasa minder. Under-estimated myself. Apa sih yang saya bisa? Apa yang saya punya? Just nothing. I’m just doing nothing. Useless. Kayaknya semua usaha saya untuk mengerti selama beberapa bulan terakhir ini ga berguna. Pengen banget rasanya teriak dan lari sekencang-kencangnya. Ya, lari dari beban hidup yang sekarang. Kedengaran konyol ya saya? Tapi, memang itu yang saya mau. Saya benci tahap pendewasaan yang seperti ini. Saya benci langkah yang ini. Sangat menyusahkan, bahkan bukan sekedar menysahkan diri saya sendiri, tapi juga menyusahkan orang sekitar saya. Mereka sibuk, tapi saya hanya berusaha sibuk. Jauh di dalam diri saya, saya ga dapet jiwa saya untuk melakukan ke”sibuk”kan itu.

Apa yang saya lakukan sekarang? Menangis. Terus menangis. Menangisi apa yang sudah saya perbuat. Menangisi kekecewaan saya akan diri saya, tempat itu, dan pilihan saya dulu. Saya tau, kata “jika saja” itu milik setan. Seakan kita tidak bersyukur atas setiap keputusan yang telah kita ambil. Tapi, memang kenyataannya begitu. Saya berusaha bersyukur, saya berusaha menikmati apa yang saya tanam dulu, dan saya juga berusaha menerima. Dan hasilnya, nonsense.

Jika saja, dulu saya berpikir untuk tidak menjadi seorang dokter.

Jika saja, dulu saya sadar benar akan kemampuan saya.

Jika saja, dulu saya sadar akan nilai saya.

Jika saja, dulu saya ga sekonyol itu untuk membuat cita-cita.

Yah, sekarang saya sedang ditampar oleh angin kenyataan yang terus menyiksa tubuh saya. Yang saya lakukan, mungkin, hanya berusaha menyesap angin dingin itu. Tanpa ada yang tau, di kelam malam, saya selalu ingin memuntahkan semua isi perut saya. Of course, semua isi hati saya.

Maaf, mental saya tidak sekuat orang-orang hebat itu. Yang langsung berdiri jika ditendang oleh kegagalan. Yang langsung semangat jika dicambuk oleh motivasi. Yang langsung berlari jika dimaki oleh kehinaan. Maaf, mental saya tidak seperti itu. Ini saya, yang lemah, yang hanya bisa menghela napas berat ketika semua itu mengeroyok tubuhku.

Ketika kamu ragu akan sesuatu, maka Tuhanpun akan ragu memberimu sesuatu itu
– Ibu Saya (via mrdreamr)

(Source: zaemhakim, via badzlinaanindyka)

asmoroklub:

ketika kesatria baja hitam kena tilang
submitted by: mybobbsareglowinginthedark

asmoroklub:

ketika kesatria baja hitam kena tilang

submitted by: mybobbsareglowinginthedark

(via wildanciw)

bintang punya caranya sendiri untuk menghiburku. mereka akan membentuk suatu barisan dan akan memancarkan cahayanya, dan itu sangat cantik. atau mereka akan satu per satu saling bergantian memendarkan kerlip cahanya seakan mengedipkan mata mengisyaratkan aku kalau disini aku tidak sendiri. bukan hanya itu, masih banyak lagi cara mereka untuk menghiburku saat aku tengah sendirian menatap langit dengan mata sendu. ku pikir, mereka asyik.

tetapi terkadang mereka tertindas. hmm, aku kasihan pada mereka. walaupun terik matahari menutupi pendaran cahaya mereka, aku yakin mereka sedang menyemangati aku dibalik awan. tapi kadang bukan di siang hari saja mereka tertindas, pada musim hujan pun mereka harus selalu terpaksa mengalah pada awan mendung. not forever i mean.

tapi aku punya alternatif lain. ketika awan menggelap, aku tahu, hujan akan memberikan kesejukan untuk sekitarku. dan dengan suara gemericiknya, aku dibuat tenang setenang-tenangnya. bau tanah yang bercampur air hujan juga merupakan sensasi tambahan ketika hujan datang.

all we need is just listen to the nature, then they will give you a warmth, happiness, and a peace from your heart :)

and I don’t want the world to see me
cause I don’t think that they’d understand
when everything’s made to be broken
i just want you to know who I am
– Iris - Goo Goo Dolls

me, in medical faculty!

haaaah.. akhirnya bisa sharing juga di tumby. udah berapa lama ya gue ninggalin tumby ini? haha.. sumpah, rasanya males banget ngetik-ngetik di tumby dan meracau kacau.

yep, sekarang hari minggu, hari emas terakhir yang gue punya kali ini. minggu depan, gue udah ga bisa lagi santai-santai kaya gini di kasur, ketemu kamar mandi buat sekedar ngebersihin badan 5 menit aja udah bersyukur banget. yaa, kata kakak tingkat, kehidupan FK UNISMA memang agak abnormal dibanding FK tetangga-tetangga sebelah, tepatnya UB sama UNMUH.

gue baru diajarin sama yang namanya sistem pembelajaran PBL, Problem Based Learning, dimana masalah adalah sumber pembelajaran kita. kita harus siap jadi lebih aktif dan ngegali wawasan kita tentang dunia luar lewat internet. kenapa harus lewat internet? yaa karena sekarang gue cuma bisa bersentuhan sama dunia luar lewat internet, ga ada TV di kost an gue haha :P

let me introduce how I can be a doctor in UNISMA. jadwal penuh dari senin sampe sabtu, dari jam setengah 8 sampe jam 5 sore, sangat diluar dugaan gue kalo yang namanya kuliah itu banyak nganggurnya, tuh tuh buktinya, jadwal gue yang full. di kesehariannya, hari senin, kita dibagi modul masalah yang akan kita bahas, sekaligus post test yang mengharuskan hari minggu kita relakan untuk mereview buku-buku yang setebel bantal. ohya, hari senin itu harinya mata kuliah dasar, kaya agama, ilmu perilaku, sama ilmu sosial budaya.

hari selasa, rabu, dan jumat, kita tutorial. dituntut untuk hiperaktif ditiap diskusi kalo ga mau nilainya standard. harus ngaduk-ngaduk mbah google di hari sebelum tutorial dimulai, karena nanti di laporan akhir ada SDL, Self Directed Learning a.k.a otodidak masalah itu. kita dipaksa untuk nyari tau apa yang belum dibahas di tutorial itu dan dikembangkan sendiri. dan alhamdulillah yaa.. laporan yang lumayan tebel itu ditulis tangan. tiap senin kita dikasih modul dan artinya seminggu sekali kita tutorial. lihat di kampus tetangga nan indah itu! mereka tutorial cuma sebulan sekali pemirsa, SEBULAN SEKALI, dan di UNISMA ini memang abnormal -,-

hari kamis, kita CSL, Clinical Skills Lab. kita diajarin skill dasar yang harus dipunya tiap dokter, kaya masang infus, nyuntik orang, dan kawan-kawannya lah. itu semua dilakuin di mini hospital nya UNISMA.

and, in the sweet weekend, we must study hard! ada ujian akhir tutor ditiap hari sabtu.

fuuh~ dan dari senin kemarin, gue udah dikasih overview blok-blok yang akan dihadapi nanti. blok Generic Skills, Biologi Molekuler Sel, Patofisiologi Penyakit Genetik, dan Tumbuh Kembang. ah hampir lupa, mau tau hal baru yang ga kalah ngagetin gue? harga buku-bukunya! baru kali ini gue beli buku seharga hape gue, 1,5juta.

dan hei hei, kemarin pas OSPEK, gue masuk kamar mayat loh. bayangan gue, gue bakal nemuin seonggok daging segar di atas bansalnya, tapi ternyata kadaver yang udah kaya mumi yang di museum! beruntung gue disuruh pegang tangannya dan ngobrol layaknya orang baru kenalan dan yang terakhir gue disuruh ngasih kadavernya doa Al-Fatihah. hmm.. keren sih. waktu itu, keadaannya mata gue ditutup pake slayer. satu-satunya yang bikin gue narik napas panjang adalah ketika gue diliatin dan disuruh pegang potongan muka yang kebelah tengahnya. anjrit! itu tuh potongannya walopun udah keliatan lama, tapi masih bisa gue liat mata, bibir, sama hidung yang udah abu-abu warnanya. lembek, berair, dan bikin gue cukup kaget, apalagi pas ngeliat matanya. hahaha..

well, setidaknya dari OSPEK kemaren gue bener-bener ngerasain sesuatu yang luar biasa. dari yang ga tidur 3 hari berturut-turut dan nyebabin gue di keesokan harinya tidur layaknya mayat, dari jam 7 malem sampe jam 8 pagi, sampe yang kena marah kakak KOMDIS abis-abisan. diteriakin segala macem. gue dalem hati cuma bisa nahan semuanya karena yang gue yakinin, OSPEK ini akan berakhir.

hmmm.. oh iya. sebenernya OSPEK ini belum berakhir. status gue disana bukan maba, tapi masih calon maba. OSPEKnya masih akan berlangsung sampe 3 bulan kedepan. dan selama ini, gue masih takut ada di bwah bayang-bayang kakak tingkat itu. karena disana, kita dituntut untuk bener-bener sempurna. disiplin nomer satu dan teliti panutannya. pokoknya dituntut untuk READY TO BE A PERFECT DOCTOR lah!

ayoo nikmaaaaattttiiiii~ :D

i love you so~

i love you so~

Remember When - Avril Lavigne

Remember when I cried to you a thousand times
I told you everything
You know my feelings
It never crossed my mind
That there would be a time
For us to say goodbye
What a big surprise

But I’m not lost
I’m not gone
I haven’t forgot

These feelings I can’t shake no more
These feelings are running out the door
I can feel it falling down
And I’m not coming back around
These feelings I can’t take no more
This emptiness in the bottom drawer
It’s getting harder to pretend
And I’m not coming back around again
Remember when…

I remember when
It was together ‘til the end
Now I’m alone again
Where do I begin?
I cried a little bit
You died a little bit
Please say there’s no regrets
And say you won’t forget

But I’m not lost
I’m not gone
I haven’t forgot

These feelings I can’t shake no more
These feelings are running out the door
I can feel it falling down
And I’m not coming back around
These feelings I can’t take no more
This emptiness in the bottom drawer
It’s getting harder to pretend
And I’m not coming back around again
Remember when…

That was then
Now it’s the end
I’m not coming back
I can’t pretend
Remember When

These feelings I can’t shake no more
These feelings are running out the door
I can feel it falling down
And I’m not coming back around
These feelings I can’t take no more
This emptiness in the bottom drawer
It’s getting harder to pretend
And I’m not coming back around again

An Atheist Professor of Philosophy was speaking to his Class on the problem Science has with God. He asked one of his new Christian students to stand.

  • Professor: You are a Christian, aren’t you, son?
  • Student: Yes, sir.
  • Professor: So, you believe in God?
  • Student: Absolutely, sir.
  • Professor: Is God good?
  • Student: Sure.
  • Professor: My brother died of cancer, even though he prayed to God to heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But God didn’t. How is God good, then? Hmm?
  • (Student was silent)
  • Professor: You can’t answer, can you? Let’s start again, young fella. Is God good?
  • Student: Yes.
  • Professor: Is Satan good?
  • Student: No.
  • Professor: Where does Satan come from?
  • Student: From.. God.
  • Professor: That’s right. Tell me son, is there evil in this world?
  • Student: Yes.
  • Professor: Evil is everywhere, isn’t it? And God did make everything. Correct?
  • Student: Yes.
  • Professor: So who created evil?
  • (Student didn’t answer)
  • Professor: Is there sickness? Immortality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the world, don’t they?
  • Student: Yes, sir.
  • Professor: So, who created them?
  • (Student had no answer)
  • Professor: Science says you have 5 senses you use to identify and observe the world around you. Tell me, son.. have you ever seen God?
  • Student: No, sir.
  • Professor: Tell us if you have ever heard your God.
  • Student: No, sir.
  • Professor: Have you ever felt your God, tasted your God, smelt your God? Have you ever had any sensory perception of God, for that matter?
  • Student: No, sir. I’m afraid I haven’t.
  • Professor: Yet you still believe in Him?
  • Student: Yes.
  • Professor: According to empirical, testable, demonstrable protocol, Science says your God doesn’t exist. What do you say to that, son?
  • Student: Nothing. I only have my Faith.
  • Professor: Yes, Faith. And that is the problem Science has.
  • Student: Professor, is there such a thing as Heat?
  • Professor: Yes.
  • Student: And is there such a thing as Cold?
  • Professor: Yes.
  • Student: No, sir, there isn’t.
  • (The Lecture Theatre became very quiet with this turn of events)
  • Student: Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat, mega heat, white heat, a little heat or no heat. But we don’t have anything called cold. We can hit 458 Degrees below Zero which is no heat, but we can’t go any further after that. There is no such thing as cold. Cold is only a word we use to describe the absence of Heat. We cannot measure cold. Heat is energy. Cold is not the opposite of heat, sir, just the absence of it.
  • (There was a pon-drop silence in the Lecture Theatre)
  • Student: What about darkness, Professor? Is there such a thing as darkness?
  • Professor: Yes. What is night if there isn’t darkness?
  • Student: You’re wrong again, sir. Darkness is the absence of something. You can have Low Light, Normal Light, Bright Light, Flashing Light… But if you have No Light constantly, you have nothing and it’s called Darkness, isn’t it? In reality, darkness isn’t. If it is, You would be able to make darkness darker, wouldn’t you?
  • Professor: So what is the point you are making, young man?
  • Student: Sir, my point is, your Philosophical Premise is flawed.
  • Professor: Flawed? Can you explain how?
  • Student: Sir, you are working on the Premise of Duality. You argue there is Life and then there is Death, a good God and a bad God. You are viewing the concept of God as something finite, something we can measure. Sir, Science can’t even explain a thought. It uses electricity and magnetism, but has never seen, much less fully understood either one. To view death as the opposite of life is to be ignorant of the fact that death cannot exist as a substantive thing. Death is not the opposite of life, just the absence of it. Now tell me, Professor, do you teach your students that they evolved from a monkey?
  • Professor: If you are referring to the Natural Evolutionary Process, yes of course, I do.
  • Student: Have you ever observed Evolution with your own eyes, sir?
  • (The professor shook his head with a smile, beginning to realize where the argument was going)
  • Student: Since no one has ever observed the Process of Evolution at work and cannot even prove that this process is an on-going endeavor, are you not teaching your opinion, sir? Are you not a Scientist but a Preacher?
  • (The class was in uproar)
  • Student: Is there anyone in the class who has ever seen the Professor’s brain?
  • (The class broke out into laughter)
  • Student: Is there anyone here who has ever heard the Professor’s brain, felt it, touched or smelt it? .. No one appears to have done so. So, according to the established Rules of Empirical, Stable and Demonstrable Protocol, Science says that you have no brain, sir. With all due respect, sir, how do we then trust your lectures?
  • (The room was silent. The Professor stared at the student, his face unfathomable)
  • Professor: I guess you’ll have to take them on Faith, son.
  • Student: That is it, sir.. exactly! The link between man and God is Faith. That is all that keeps things alive and moving!
  • That student was Albert Einstein.

?

  • xyz: ayolah, lo selalu hebat motivasi orang, kenapa susah buat motivasi diri lo sendiri?
  • abc: susah buat gue sendiri. kata-kata gue sendiri udah stuck disini.
  • xyz: hah! lo ah! orang bisa hebat kenapa lo ga bisa?
  • abc: karena gue ya gue, bukan orang hebat itu.

Hidup itu…

Hidup itu struggle. Yah, struggle dalam hal apapun. Kuat dalam jalanin cobaan yang ada. Kuat nerima semua yang terjadi. Dan mungkin kuat untuk ga down disaat yang kritis. Kata Pak Mario Teguh, kalo ga ada ujian yang menyusahkan, orang jujur ga aka nada dan orang dewasa juga ga aka nada. Yah, saya tau maksudnya apa. Pendewasaan diri adalah hasil dari ujian itu. Tapi, terkadang sempat terlintas didalam pikiran saya, kenapa begitu berat? Jika Allah sudah berfirman “La yukallifu llahu nafsan illa wus ‘aha”, kenapa masih terasa berat? Kenapa kita diberi pikiran sama Allah kalo kita emang ga sanggup jalanin ujian itu? Yah, saya tau, banyak orang hebat yang lahir karena ujian yang sangat sangat berat. Tapi, oh ya ampun, saya ga berharap sedikit pun untuk jadi orang hebat, ga sedikit pun untuk unjuk gigi, yang saya mau hanya ini selesai dengan mudah. Ya, mudah. Mungkin kata itu sekarang menjadi kata yang sakral di hidup saya. Kemudahan sepertinya sangat jauh untuk dijangkau, sangat sulit untuk direngkuh, dan sangat sangat beribu kali sangat sulit.

Ada orang hebat di hidup saya, bahkan banyak. Karena banyak itulah, saya ingin bercermin kepada mereka strategi apa yang mereka pakai dalam hal ini. Tapi karena banyak itu juga, saya jadi sering merasa minder. Under-estimated myself. Apa sih yang saya bisa? Apa yang saya punya? Just nothing. I’m just doing nothing. Useless. Kayaknya semua usaha saya untuk mengerti selama beberapa bulan terakhir ini ga berguna. Pengen banget rasanya teriak dan lari sekencang-kencangnya. Ya, lari dari beban hidup yang sekarang. Kedengaran konyol ya saya? Tapi, memang itu yang saya mau. Saya benci tahap pendewasaan yang seperti ini. Saya benci langkah yang ini. Sangat menyusahkan, bahkan bukan sekedar menysahkan diri saya sendiri, tapi juga menyusahkan orang sekitar saya. Mereka sibuk, tapi saya hanya berusaha sibuk. Jauh di dalam diri saya, saya ga dapet jiwa saya untuk melakukan ke”sibuk”kan itu.

Apa yang saya lakukan sekarang? Menangis. Terus menangis. Menangisi apa yang sudah saya perbuat. Menangisi kekecewaan saya akan diri saya, tempat itu, dan pilihan saya dulu. Saya tau, kata “jika saja” itu milik setan. Seakan kita tidak bersyukur atas setiap keputusan yang telah kita ambil. Tapi, memang kenyataannya begitu. Saya berusaha bersyukur, saya berusaha menikmati apa yang saya tanam dulu, dan saya juga berusaha menerima. Dan hasilnya, nonsense.

Jika saja, dulu saya berpikir untuk tidak menjadi seorang dokter.

Jika saja, dulu saya sadar benar akan kemampuan saya.

Jika saja, dulu saya sadar akan nilai saya.

Jika saja, dulu saya ga sekonyol itu untuk membuat cita-cita.

Yah, sekarang saya sedang ditampar oleh angin kenyataan yang terus menyiksa tubuh saya. Yang saya lakukan, mungkin, hanya berusaha menyesap angin dingin itu. Tanpa ada yang tau, di kelam malam, saya selalu ingin memuntahkan semua isi perut saya. Of course, semua isi hati saya.

Maaf, mental saya tidak sekuat orang-orang hebat itu. Yang langsung berdiri jika ditendang oleh kegagalan. Yang langsung semangat jika dicambuk oleh motivasi. Yang langsung berlari jika dimaki oleh kehinaan. Maaf, mental saya tidak seperti itu. Ini saya, yang lemah, yang hanya bisa menghela napas berat ketika semua itu mengeroyok tubuhku.

Ketika kamu ragu akan sesuatu, maka Tuhanpun akan ragu memberimu sesuatu itu
– Ibu Saya (via mrdreamr)

(Source: zaemhakim, via badzlinaanindyka)

asmoroklub:

ketika kesatria baja hitam kena tilang
submitted by: mybobbsareglowinginthedark

asmoroklub:

ketika kesatria baja hitam kena tilang

submitted by: mybobbsareglowinginthedark

(via wildanciw)

bintang punya caranya sendiri untuk menghiburku. mereka akan membentuk suatu barisan dan akan memancarkan cahayanya, dan itu sangat cantik. atau mereka akan satu per satu saling bergantian memendarkan kerlip cahanya seakan mengedipkan mata mengisyaratkan aku kalau disini aku tidak sendiri. bukan hanya itu, masih banyak lagi cara mereka untuk menghiburku saat aku tengah sendirian menatap langit dengan mata sendu. ku pikir, mereka asyik.

tetapi terkadang mereka tertindas. hmm, aku kasihan pada mereka. walaupun terik matahari menutupi pendaran cahaya mereka, aku yakin mereka sedang menyemangati aku dibalik awan. tapi kadang bukan di siang hari saja mereka tertindas, pada musim hujan pun mereka harus selalu terpaksa mengalah pada awan mendung. not forever i mean.

tapi aku punya alternatif lain. ketika awan menggelap, aku tahu, hujan akan memberikan kesejukan untuk sekitarku. dan dengan suara gemericiknya, aku dibuat tenang setenang-tenangnya. bau tanah yang bercampur air hujan juga merupakan sensasi tambahan ketika hujan datang.

all we need is just listen to the nature, then they will give you a warmth, happiness, and a peace from your heart :)

and I don’t want the world to see me
cause I don’t think that they’d understand
when everything’s made to be broken
i just want you to know who I am
– Iris - Goo Goo Dolls
me, in medical faculty!
Remember When - Avril Lavigne
An Atheist Professor of Philosophy was speaking to his Class on the problem Science has with God. He asked one of his new Christian students to stand.
?
Hidup itu…
"Ketika kamu ragu akan sesuatu, maka Tuhanpun akan ragu memberimu sesuatu itu"
"and I don’t want the world to see me
cause I don’t think that they’d understand
when everything’s made to be broken
i just want you to know who I am"

About:

Following: