I—me
asa ku habis tak terbilang. sudah menggantung tak terbayang. indah ku hanya sapaan. tiap nafasku hanya pekikan. entah itu teriakan burung atau sendatan makna. aku hanya ingin hidupku sendiri. berlari menembus semua yang tinggi. nanar pun tak terlewat.
aku pun ingin sadar sepenuhnya. tapi mata serta hatiku membungkam imaji ku. layang pandang batinnya hanya aku yang kuat. ya tuhan, aku sungguh ingin lari. lepas semua yang perih. tanya jiwa serta otakku, tapi yang ku dapatkan hanya sesakan pilu.
lirih. semuanya hitam. aku tersendat. aku terantuk duniaku sendiri.
AKU TAK SANGGUP !
ini suara hatiku ! adakah jiwa yang mengerti. ini membunuhku. ini membunuh tubuhku.
isak sengguk pun penuhi alamku. tatapanku kabur. dibawah tekanan semua orang, aku sungguh ingin lari. biar yang lain memukulku. biar semuanya begitu.
aku hanya ingin euforia masa lalu ku kembali. aku tak ingin sarkasme kembali pada mulutku.
bahagiaku hanya aku yang tau.
I—me
asa ku habis tak terbilang. sudah menggantung tak terbayang. indah ku hanya sapaan. tiap nafasku hanya pekikan. entah itu teriakan burung atau sendatan makna. aku hanya ingin hidupku sendiri. berlari menembus semua yang tinggi. nanar pun tak terlewat.
aku pun ingin sadar sepenuhnya. tapi mata serta hatiku membungkam imaji ku. layang pandang batinnya hanya aku yang kuat. ya tuhan, aku sungguh ingin lari. lepas semua yang perih. tanya jiwa serta otakku, tapi yang ku dapatkan hanya sesakan pilu.
lirih. semuanya hitam. aku tersendat. aku terantuk duniaku sendiri.
AKU TAK SANGGUP !
ini suara hatiku ! adakah jiwa yang mengerti. ini membunuhku. ini membunuh tubuhku.
isak sengguk pun penuhi alamku. tatapanku kabur. dibawah tekanan semua orang, aku sungguh ingin lari. biar yang lain memukulku. biar semuanya begitu.
aku hanya ingin euforia masa lalu ku kembali. aku tak ingin sarkasme kembali pada mulutku.
bahagiaku hanya aku yang tau.
Posted 1 year ago Notes